Bagaimana Cara Kita Mendefinisikan Pemasaran?


Pada contoh mengenai sepeda yang dibahas sebelumnya, kita telah melihat bahwa suatu produsen  sepeda harus melakukan bcragam aktivitas yang berhubungan dcngan pelanggan, selain sekadar  mcmbuat sepeda, Hal yang samajuga bcrlaku bagi sebuah perusahaan asuransi, museum scni, atau agen  jasa pelayanan keluarga. ini mendukung konsep yang menyatakan bahwa pemasaran merupakan  sekumpulan aktivitas yang dilakukan oleh sebuah organisasi individu untuk memuaskan pelanggan  yang  Di lain pihak, kita tidak dapat hidup hanya dari sepeda dan museum seni. Di negara - negara  berekonomi maju, dibutuhkan barang dan jasa dari ribuan organisasi untuk memuaskan banyak  kebutuhan masyarakat.

Lebih jauh, suatu masyarakat membutuhkan semacam sistem pemasaran  untuk mcngorganisasikan upaya scmua produsen dan pihak - pihak pcncngah yang dibutuhkan untuk  memuaskan ancka kebutuhan scluruh warga negaranya. Dengan demikian , pemasaran juga merupakan  suatu proses sosial yang penting,  Kita dapat memandang pemasaran dengan dua cara: dari cara Pandang mikro sebagai suatu  aktivitas yang dilakukan oleh organisasi dan dari Pandang makro sebagai sebuah proses  sosial. Namun dalam kebutuhan sehari-hari, ketika berbicara mengenai pemasaran, orang melihatnya  dari cara Pandang mikro. Maka, inilah cara kita mendcfinisikan pemasaran di sini. Namun, cara pandang  makro yang memandang sistem produksi-distribusi secara lebih luas juga penting, sehingga di bab lebih  lanjut kami akan menyediakan definisi dan diskusi terpisah mcngcnai pemasaran makro.

Pcmasaran dapat diterapkan ke organisasi laba maupun nirlaba. Keuntungan adalah sasaran bagi  sebagian besar perusahaan bisnis. Namur, organisasi jenis lain mungkin mencari anggota yang lcbih  banyak atau diterimanya suatu ide. Pelanggan atau klien bisa jadi merupakan konsumen individu,  Perusahaan bisnis, organisasi nirlaba, agen pemerintah, atau bahkan negara asing. Sementara sebagian  besar pelanggan atau klien membayar untuk mendapatkan barang dan jasa yang mereka terima, yang  lain mungkin menerimanya secara cuma-cuma atau dcngan harga yang lebih rendah melalui bantuan pemerintah maupun swasta.

Pemasaran bukan lah sekadar pcnjualan dan periklanan. Sayangnya, beberapa eksekutif masih melihatnya  demikian. Mereka merasa bahwa tujuan dari pemasaran adalah menyingkirkan apa pun yang  diproduksi oleh perusahaan tersebut. Padahal tujuan dari pemasaran adalah untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut secara sangat baik, sehingga  produk yang tcrkait nyaris menjual dirinya scndiri. Hal ini berlaku dengan baik jika produk tersebut  merupakan barang, jasa, atau bahkan suatu ide. lika seluruh pekerjaan pemasaran telah dilakukan dengan baik, tidak perlu banyak dibujuk. Mereka akan siap untuk membeli. Setelah membcli, mereka  akan merasa puas dan siap untuk membeli dengan cara yang sama pada kesempatan berikutnya.

Pemasaran harus dimulai dengan kebutuhan calon pelaanggan bukan dengan proses produksi. Pemasaran  harus mencoba untuk mengantisipasi kebutuhan. Kemudian pemasaran, alih - alih produksi, harus  menentukan barang dan jasa yang akan dikembangkan termasuk keputusan mengenai desain produk  dan kemasannya; harga atau biaya-biaya yang dibutuhkan, kebijakan kredit dan penerimaan uang;  penggunaan perantara; kebijakan pcnyimpanan dan pengiriman; kebijakan pemasangan iklan dan  penjualan; dan setelah penjualan, kebijakan instalasi, pelayanan pelanggan, garansi, bahkan mungkin  kebijakan pembuangan.


0 Response to "Bagaimana Cara Kita Mendefinisikan Pemasaran? "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel