Kekuatan Sosial Media Untuk Marketing


Dulu iklan menjadi alat yang paling efektif untuk menciptakan pengaruh. Kemudian beriklan menjadi kebiasaan dan keharusan yang semu. Orang-orang marketing takut akan perubahan, merelca kurang arahan sehingga periklanan tetap di dalam bisnis marketing. Biaya iklan melambung, tetapi perhatian yang diperoleh dari konsumen tetap sama. Kendati paid media kurang efektif dibandingkan earned media, ketakutan akan perubahan membuat para brand manager tetap lengket dengan cara-cara marketing yang familier ketimbang yang efektif.

Kisah Cinta periklanan modern dimulai pada era 60-an saat terjadi perubahan sosial. Sebelum Perang Dunia ke-2, Iidak ada istilah yang disebut "remaja" dalam dunia marketing, hanya ada istilah anak anak dan orang dewasa. Kemudian, generasi konsumen di antara anak-anak dan dewasa muncul dalam radar para marketer, mencari cara untuk mengidentifikasi diri mereka sebagai "remaja". Mereka tahu bahwa merelca bcrbeda dari orangtua mercka, tetapi tidak mempunyai wadah media atau suara untuk mengekspresikan poin perbedaan ini.

Kemudian sebelum tahun 90-an, pertanyaan terpenting yang dihadapi para brand adalah, "Apa kisah brand Anda?" Banyak brand berpikir jika mereka dapat menjawab pertanyaan itu, orang-orang akan membeli produk karena kisah brand tersebut. Kemudian, tinggal memikirkan masalah distribusi dan operasi. Dan, jika mereka tidak dapat menjawab pcrtanyaan terscbut, akan selalu ada agensi kreatif yang dapat diandalkan untuk menulis kisah brand untuk Anda. Authentic brand story was just one invoice away. Cara tersebut kini sudah terbukti tidak efektif. Generasi masa kini tumbuh dan besar di lanskap media yang sama sekali berbeda. Internet mengubah segalanya.

Bagi pengiklan, kemunculan internet awalnya menunjukkan potensi yang luar biasa. Mereka berpikir internet adalah televisi berikutnya. Iklan spanduk, iklan pop-up, iklan pop-under, dan

lainnya terus bermunculan. Para pengiklan terus mencari cara baru untuk memastikan banyak bola mata yang melihat iklan mereka. Melaju cepat ke era pasca-dotcom-bust, para brand mulai menyadari

betapa internet tidak seperti televisi. Ya, orang mengonsumsi media baru, tetapi keindahan media ini adalah bahwa orang dapat menghasilkan konten juga. Dan, dari para penghasil konten, sebagian besar melakukannya agar mereka dapat bertemu dengan orang-orang lain yang tertarik dengan Interest Economy yang sama. Mereka tidak melakukannya untuk uang.





0 Response to "Kekuatan Sosial Media Untuk Marketing"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel