Strategi Bersaing di Bisnis E Commerce

Seiring dengan perubahan yang terjadi pada berbagai berbagai aspek kehidupan dan untuk menjawab tantangan bisnis yang baru dan mengikuti trend perdagangan internasional, PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) sebagai perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia melakukan transformasi bisnis. Salah satu caranya adalah dengan mengganti logonya guna mewujudkan identitas korporasi baru dan peluncuran portofolio perusahaan baru yang dikenal dengan T.I.M.E yang merupakan kepanjangan dari Telekomunikasi, Informasi, Media dan Edutainment dan motto barunya “The World is in Your Hand”.

 Pada tanggal 5 November 2009, PT Telkom meluncurkan Mojopia sebagai perluasan bisnisnya. Mojopia merupakan re-branding dari plasa.com dan akan dijadikan sebagai perusahaan penyedia portal e-commerce dan aggregasi konten. Mojopia akan memfokuskan usahanya pada penyelenggaraan jasa tiga layanan yaitu, e-Commerce, Content dan Communication. Melalui penyelenggaraan e-commerce, Mojopia menargetkan untuk dapat mendorong pertumbuhan pasar e-Commerce. Selain itu, layanan ini juga diharapkan untuk meningkatkan entrepreneurship melalui penyediaan platform online shopping.

PT Telkom mempercayakan kepada PT Multimedia Nusantara (METRA) sebagai anak perusahaannya dalam pengelolaan bisnis e-commerce, Mojopia diharapkan dapat dijadikan pendorong e-commerce di Indonesia. Mojopia akan membuat plasa.com seperti portal e-commerce yang namanya sudah dikenal di pasar internasional seperti alibaba.com, ebay.com dan amazon.com ataupun bisa gabungan dari ketiganya. Di Indonesia, e-commerce masih relative baru walaupun dengan cepat ia mampu meraih popularitas, tapi belum menyentuh keseluruh masyarakat,melainkan hanya pada golongan atau kelompok terbatas khususnya di kota-kota besar, dikarenakan masih terdapat kesenjangan digital (digital inequality).

 E-commerce Indonesia tampaknya masih berada pada perkembangan tahap awal, masih mencari bentuk dan belum meiliki wacana hukum yang dapat memprediksi yang mampu secara rinci, lengkap, dan transparan mengatur bagaimana seharusnya transaksi-transaksi bisnis lewat internet seperti ecommerce transaction dilakukan. Indonesia belum memiliki frame work hukum yang holistic untuk mengantisipasi evolusi atau bahkan revolusi bisnis pada masyarakat dunia.

Jumlah penduduk yang besar dan rentang fisik yang berjauhan dapat menjadikan Indonesia pasar potensial bagi bisnis e-commerce, tapi pasar ini belum tereksploitasi karena adanya hambatan-hambatan seperti yang dikemukan diatas. Mengutip ADMA (Asia Digital Marketing Association) menyebutkan bahwa di tahun 2008 ada 128 juta pengguna internet bergerak (mobile subscribers) di Indonesia. Jumlahnya terus meningkat, dimana 2009 lalu diperkirakan pengguna internet bergerak akan mencapai 159 juta dan sebanyak 233 juta di 2010.

Masyarakat Indonesia masih memiliki budaya yang belum mendukung untuk penggunaan e-commerce selain ketidakmengertian mereka mengenai ecommerce juga belum terbiasa berbelanja melaui belanja online, mereka akan lebih puas berbelanja dengan melihat dan memegang bentuk fisik langsung dari produk yang mereka ingin beli, serta masih rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap keamanan dalam penggunaan e-commerce.

Dengan potensi bisnis yang besar yang terdapat di dalam negeri dan sebagai sarana untuk dapat bersaing di pasar internasional dengan efisien dan efektif, PT Telkom Indonesia tertantang untuk mengembangkan bisnis ecommerce melalui Mojopia yang baru dimulainya. PT Telkom sebagai penyedia infrastruktur dan Mojopia sebagai penyedia portal e-commerce dan agregasi konten.

0 Response to "Strategi Bersaing di Bisnis E Commerce "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel